LAPORAN KEGIATAN PPL “LTIQ ASY SYIFA, KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT”

Disusun Oleh :

RINNY NURAINI

NIM : 01403012

 

PRODI ILMU AL QUR’AN DAN TAFSIR

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ASY SYUKRIYYAH

2018

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktik pengalaman Lapangan (PPL) ialah suatu program akademik yang wajib ditempuh dan dilaksanakan di Sekolah Tinggi Agama Islam Asy Syukriyyah karena merupakan salah satu mata kuliah yang terdaftar. Selain itu setiap mahasiswa diharapkan mampu mengetahui dan memahami kondisi real masyarakat terhadap Islam.

Selanjutnya diharapkan PPL ini mampu menjadi sarana pengabdian mahasiswa/I khususnya STAI Asy Syukriyyah dalam bidang penyebaran (dakwah) nilai dan ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat secara umum. Walaupun semasa PPL ini dirassa begitu banyak kekurangan yang dilakukan.

B. Tujuan PPL

Secara umum tujuan PPL ialah untuk memenuhi kebetuhan pengalaman dan profesionalitas akademis lulusan program Ilmu Al Qur’an dan Tafsir. Selian itu, PPL juga bertujuan untuk memenuhi nilai mata kuliah Praktikum Profesi yang harus ditempuh sebelum mahasiswa menyusun skripsi.

C. Waktu Pelaksanaan PPL

Program PPL jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir dilaksanakan pada :

Hari/tanggal : Sabtu – Ahad / 20-21 Januari 2018 ( memasuki semester 8 ).

D. Tempat Pelaksanaan

PPL jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir dilaksanakan di LTIQ Asy Syifa, kabupaten Subang, Jawa Barat.

D. Kegiatan dalam PPL

Kegiatan PPL jurusan Ilmu Al Qur’an dan tafsir di LTIQ AsySyifa, Subang meliputi :

  • Wawancara kepada mudir LTIQ Asy Syifa
  • Wawancara kepada koordinator mudarris/ah
  • Wawancara kepada santriwan/wati
  • Observasi lapangan
  • Tinjauan ke yayasan Asy Syifa secara umum
  • Tinjauan ke unit-unit usaha Asy Syifa lainnya

 

BAB II

OBSERVASI DAN PENGENALAN LTIQ

A. Deskripsi Fisik LTIQ

LTIQ Asy Syifa, Subang adalah unit pendidikan yang dibangun pertama kali di yayasan Asy Syifa pada tahun 2003. Fokusnya ialah pada program penyelesaian(khotam) hafalan alQur’an (tahfidz) sebanyak 30 juz selama rentang waktu tiga tahun.

Saat itu ( 2003) LTIQ Asy Syifa masih menempati gedung yg disewa oleh yayasan Asy Syifa yang berlokasi di pemukiman warga yang tidak jauh dengan lokasi saat ini. Dimulai sejak tahun 2005 alhamdulillah LTIQ Asy Syifa telah memiliki gedung mandiri yang begitu luas dengan dilengkapi beberapa saranadan prasarana, meliputi :

  • Aula
  • Asrama putra sebanyak 1 gedung terdiri dari 2 kamar, masing-masing kamar berisi kurang lebih 30 santri
  • Asrama putri sebanyak 2 gedung bertingkat terdiri dari 3 kamar (berisi masing-masing kurang lebih 40 santri dan 1 aula
  • Ruang mudarris dan mudarrisah
  • Ruang kantor LTIQ
  • Masjid
  • Ruang makan santi dan mudarris
  • Kamar mandi yang cukup banyak
  • Taman

Secara keseluruhan, yayasan Asy Syifa menempati lahan seluas 150 hektar berada di tempat yang udaranya sangat sejuk dan asri serta berdampingan langsung dengan pemukiman warga sehingga lingkungannya menjadi begitu kondusif dalam suasana yang islami. Di atas lahan seluas 150 hektar tersebut terdapat begitu bnayak sarana prasarana yang dibangun, yaitu :

  • Gedung TKIT
  • Gedung SMPIT
  • Gedung SMAIT
  • Gedung LTIQ
  • Asrama siswa Putra dan Putri yang terpisah
  • Kantor yayasan
  • Kantor Humas
  • Beberapa masjid
  • Penginapan ( Guest House)
  • Kantin dan pujasera
  • Mini market ( swalayan )
  • Peternakan ayam dan sapi
  • Gedung radio
  • Perkebunan nanas dan durian
  • Rumah dinas para guru dan staff
  • Dll

Dikarenakan sarana dan prasarana yang begitu luas, secara keseluruhan dapat menampung ribuan santri

B. Organisasi dan struktur LTIQ

Terlampir

C. Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran

Terlampir

D. Observasi Administrasi

Terlampi

E. Observasi Kegiatan Belajar Mengajar

Pada tahun 2003, jumlah santriwan/wati hanya berjumlah lima orang yang ini merupakan hasil pencarian tim yayasan Asy Syifa ke sejumlah wilayah sekitar Jawa Barat. Saat itu antusiasme masyarakat terhadap al Qur’an masih belum besar. Namun seiring berjalannya waktu pada tahun 2005 sudah ada peningkatan peminat yaitu sebanyak 20 santriwan/wati. Dan ditahun-tahun berikutnya semakin banyak lagi peminatnya hingga saat ini berjumlah kurang lebih 250 santriwan/wati.

Dikarenakan peminatnya begitu banyak dan daya tampung yang terbatas sehingga untuk dapat diterima belajar di LTIQ Asy Syifa harus diseleksi terlebih dahulu. Adapun materi seleksi penerimaan santriwan/wati baru meliputi tes baca al Qur’an, tes kemampuan hafalan, dan interview. Apabila diputuskan lulus, maka santriwan/wati yang diterima tersebut harus menjalani masa adaptasi selama tiga bulan. Dalam masa itu, santriwan/wati dibekali beberapa ilmu, yaitu ilmu bahasa Arab, Aqidah, fiqh ibadah dan Siroh (sejarah), serta dibimbing untuk melakukan kegiatan pembiasaan yaitu tilawah al Qur’an sehari sepuluh juz dan Qiyamul Lail setiap hari. Tujuan masa adaptasi tersebut ialah agar para santri mampu membiasakan diri untuk dekat dengan al qur’an sehingga dengannya proses menghafal menjadi lancar, mudah, dan menyenangkan.

Apabila telah mencapai masa tiga bulan maka santriwan/wati diperkenankan mengikuti ujian evaluasi, yang apabila nilainya mencapai standar kelulusan maka para santri tersebut diperkenankan memasuki halaqoh guna memulai proses hafalannya.  Namun apabila nilainya belum mencukupi, maka akan dibimbing lagi sampai diperboehkan untuk meneruskan ke proses menghafal.

Proses kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama yaitu proses KBM harian yang sudah tersusun jadwalnya dari pukul 03.30 hingga pukul 21.30. tahap kedua yaitu proses KBM pekanan berupa liqo (pertemuan) santri dan pembimbing (murobbi) di luar lingkungan LTIQ yang ini bertujuan juga untuk refreshing para santri. Materi yang diberikan pun berupa pemahaman tsaqofah islamiyah dan games kecil. Tahap ketiga yaitu proses KBM tahunan atau tengah tahun berupa ujian mid semester, ujian semester, masa khidmat, dan wisuda.

Sampai tahun 2018 ini Alhamdulillah LTIQ Asy Syifa sudah meluluskan dan mewisuda sebanyak sepuluh angkatan. Para lulusannya pun tersebar dibeberapa wilayah di Indonesia. Tak sedikit wilayah di Indonesia yang meminta para lulusan LTIQ Asy Syifa untuk mengajarkan al Qur’an di wilayah mereka.

Karena alasan tersebutlah maka LTIQ Asy Syifa mencari lulusan-lulusan terbaik SMA/SMK/STM untuk melanjutkan studi disini. Dan Alhamdulillah dari awal berdiri sampai saat ini LTIQ Asy Syifa memberikan beasiswa penuh kepada para santrinya walau ada sedikit penurunan, yang semula para santri mendapat uang saku, namun sekarang sudah tidak lagi.

 

BAB III

ANALISIS PELAKSANAAN PPL

Dokumentasi

Terlampir

 

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Program PPL mahasiswa/I STAI Asy Syukriyyah prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dilaksanakan di LTIQ Asy Syifa, kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad, 20-21 Januari 2018. Adapun bentuk kegiatan PPL berupa observasi dan wawancara.

LTIQ Asy Syifa, Subang adalah unit pendidikan yang dibangun pertama kali di yayasan Asy Syifa pada tahun 2003. Fokusnya ialah pada program penyelesaian(khotam) hafalan alQur’an (tahfidz) sebanyak 30 juz selama rentang waktu tiga tahun.

Sampai tahun 2018 ini Alhamdulillah LTIQ Asy Syifa sudah meluluskan dan mewisuda sebanyak sepuluh angkatan. Para lulusannya pun tersebar dibeberapa wilayah di Indonesia. Tak sedikit wilayah di Indonesia yang meminta para lulusan LTIQ Asy Syifa untuk mengajarkan al Qur’an di wilayah mereka.

B. Saran

Berdasarkan pengamatan kami selama masa PPL di LTIQ Asy Syifa Subang, muncul beberapa saran, diantaranya :

  1. Peningkatan publikasi mengenai LTIQ ASY Syifa, Subang berikut program-programnya, bisa melalui surat kabar, brosur, website, reklame, sosial media, dst sehingga seluruh masyarakat di Indonesia bisa ikut menikmati program pembelajarannya.
  2. Perlu diadakan program pembekalan khusus bagi santri yang sudah mendekati masa pengabdian. Pembekalannya bisa berupa pelatihan mengajar baik untuk small class maupun taklim besar.
  3. Perlu juga untuk mengikuti ajang-ajang perlombaan hafalan ( Musabaqoh Hifzhil Qur’an, dan sejenisnya) guna menambah pengalaman serta motivasi bagi para santri

 

 

 

Lampiran-lampiran

 

Struktur kepengurusan LTIQ Asy Syifa, Subang  terdiri dari :

  1. Ketua Dewan Pembina : dr. Sulaeman Omar Qush
  2. Ketua Yayasan : Abdullah Muadz, M.Sc
  3. Kepala LTIQ : Sofyan Puji Pranata, M.Ag
  4. Waka. Kurikulum : Nina Suniarti S. Pd.I
  5. Waka. Kesantrian : Syema Sa’diah S.Pd.I
  6. Kepala TU. : Ivan Setiana S.Pd.I

 

Lampiran – lampiran

kurikulum yang coba di jalankan lembaga meliputi aktifitas harian, pekanan, bulanan, serta tahunan. Dengan deskripsi sebagai berikut :

a. Program Harian

Program harian adalah perangkat terpenting di dalam kurikulum LTIQ as-Syifa. Dan di dalam perangkat tersebut terdapat satu program yag merupakan inti dari semua proses pengajaran al-Qur’an, yaitu halaqah al-Qur’an. Kami meyakini setidaknya 3 hal yang harus didapatkan ketika seseorang mengikuti majelis halaqah al-Qur’an. Yaitu ziya>dat al-imaniyyah, tahsin al-Qiro>at, ziya>dat al-hifzh.  Halaqah al-Qur’an dilaksanakan setiap hari, dari hari senin hingga sabtu disetiap pekannya. Dengan agenda sebagai berikut ;

i) Setoran Muraja’ah

Lembaga mengetahui bahwa cara terbaik agar dapat menghasilkan hafalan-hafalan yang kuat adalah dengan banyaknya pengulangan. Maka proses pengulangan atau yang biasa disebut dengan muraja’ah merupakan konsekuensi yang harus dilakukan. Setoran muraja’ah di laksanakan dipagi hari dengan beban santri harus dapat menyetorakan sebanyak 5 lembar hafalan al-Qur’an.  Setoran muraja’ah ini menjadi syarat santri boleh mengikuti setoran ziyadah.

ii) Setoran Ziyadah

Setiap santri dibebankan untuk dapat menyetorkan hafalan ziyadah dalam satu kali duduk minimal 1 halaman dan maksimal 2.5 lembar. Dengan setoran yang dibatasi ini, diharapkan santri dapat memahami kandungan al-Qur’an dengan baik dan memiliki bacaan yang benar.. Setiap mudarris akan menyimak dengan teliti setiap setoran yang dilakukan santri, hingga dipastikan semua kaidah tajwid dari macho>rijul h\uru>f, sifa>t h\uru>f, dan lainnya sesuai dengan sesuai dengan apa yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW.

iii) Wirid al-Qur’an

Wirid al-Qur’an yang dimaksud adalah membaca surat al-Dukhan dan surat al-Mulk setiap selesai shalat isya, dan membaca surat al-Kahfi disetiap malam jum’at. Setiap santri diwajibkan mengikuti wirid al-Qur’an sehingga mereka merasa terikat dengan surat-surat yang dikabarkan Rasulullah SAW memiliki keutamaan tersebut.

iv) Halaqah Tahsin tilawah

Sebagaimana Rasulullah senantiasa disimak bacaannya oleh malaikat Jibril pada bulan Ramad}an, maka santri-santri LTIQ yang sudah mulai menghafal pun tidak bisa terlepas dari halaqah tahsin ini. Dengan halaqah ini, dipastikan selama proses menghafal santri memiliki bacaan al-Qur’an yang baik dan benar.

Time Schedule aktifitas harian santri :

  • 30 – 05.00 Qiyamullail, Shalat, Dzikir Al-Matsurat
  • 00 – 06.30 Muraja’ah dan ziyadah pribadi
  • 30 – 08.00 Aktivitas Pribadi dan Sarapan
  • 00 – 11.00 Setoran Muraja’ah 5 Lembar
  • 00 – 13.00 Qoilullah, Shalat, Makan
  • 00 – 15.00 Muraja’ah dan ziyadah pribadi
  • 00 – 15.30 Shalat
  • 30 – 17.00 Setoran Ziyadah
  • 00 – 18.00 Aktivitas Pribadi, Makan
  • 00 – 19.00 Halaqah Tahsin Tilawah
  • 00 – 20.00 Shalat dan Aktivitas Pribadi
  • 00 – 22.00 Muraja’ah dan ziyadah pribadi
  • 00 – 03.30 Istirahat

 

b. Program Pekanan

i) Qiyamullail

Qiyamullail adalah sarana yang cukup efektif dalam membina akhlak dan ruhiyah santri. Qiyamullail juga merupakan karakter hafizh al-Qur’an, sebagaimana yang diungkapkan oleh Abdullah ibnu mas’ud :

ينبغي لقارئ القرآن أن يعرف بليله إذا الناس نائمون وبنهاره إذا الناس مستيقظون وببكائه إذا الناس يضحكون وبصمته إذا الناس يخوضون وبخضوعه إذا الناس يختالون وبحزنه إذا الناس يفرحون

Sudah selayaknya, kata ‘Abdullah Ibnu mas’ud, bahwa seorang ha>fiz} al-Qur’an dapat dikenali di malam hari ketika manusia tertidur. Artinya ia melaksanakan qiyamullail ketika manusia sedang tidur. Dan tentu kita juga teringat bagaimana Rasul dan para sahabat di awal risalah selama setahun penuh mereka dibebankan dengan tarbiyah qiyamullail ini. Qiyamullail dilaksanakan minimal 1 juz dalam semalam.

ii) Kajian Ahad

Tentu dalam menghafal setiap santri memiliki dinamika yang luar biasa pada prosesnya. Kejenuhan, futur, godaan, dan lain sebagainya tentu menghinggapi setiap santri. Oleh karena itu majelis ‘Ilmu dibutuhkan sebagai sarana penyegaran dalam kondisi-kondisi tersebut.  Maka lembaga memberikan kajian-kajian keislaman terkait perkembangan dunia islam, tafsir al-Qur’an, sirah Nabawi, fiqh, serta kajian keakhwatan yang akan turut mengembangkan pengetahuan seluruh santri.

iii) Halaqah Tarbawi

Akhlak yang baik merupakan salah satu ciri mereka yang tersentuh hatinya dengan al-Quran. Maka dari itu ‘a>isyah menjadikan al-Qur’an sebagai patokan akhlak mulia sang Rasul. ;

كَانَ خُلُقُهُ القُرآنُ ، يَرضَى لِرِضَاه ، وَيَسخَطُ لِسَخَطِهِ

Maka progres aktifitas keseharian santri harus di evaluasi, pada halaqah tarbawi ini seluruh perkembangan santri tersebut dapat dilihat. Bukan hanya di evaluasi, tapi pada halaqah tarbawi ini pula kemampuan santri dapat dikembangkan secara komperehensif.

c. Program Bulanan

i) Kajian Malam Ahad

Nasihat akan selalu dibutuhkan oleh manusia, seperti apapun predikat atau posisi yang ia miliki.

الدين النصيحة، قلنا: لمن يا رسول الله؟ قال: لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم

Maka agenda ini adalah agenda yang digunakan untuk mengundang masyaikh-masyaikh al-Qur’an guna memberikan taujih ruh\|iyyah untuk seluruh santri-santri. Diharapkan seluruh santri dapat mengambil pengalaman dan motivasi dari masyaikh tersebut dalam berinteraksi dengan al-Qur’an.

ii) Tasmi 3 juz

Program ini lembaga gunakan untuk mengikat hafalan-hafalan al-Qur’an semua santri. Dan program ini adalah sarana tarbiyah kesabaran dalam mengikat hubungannya dengan al-Qur’an

iii) Riyadhah

Proses menghafal tentu membuat seluruh santri banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Sehingga dibutuhkan penyegaran lain selain penyegaran fikriyah, yaitu penyegaran jasadiyah. Maka lembaga memberikan untuk melakukan riya>dah dalam bentuk outing, baik berenang maupun hiking pada setiap triwulan tahun ajaran.

d. Program Semester

i) Ujian akhir semester

Memiliki hafalan al-Qur’an tentu sangat memungkinkan untuk terlupakan, baik karena usia, urusan, maupun hidayah. Karena memang pada dasarnya hafalan al-Qur’an itu mudah hilang.

تعاهدوا القرآن ، فوالذي نفسي بيده لهو أشد تفصيا من الإبل في عقلها

Maka untuk menjaga komitmen tersebut, lembaga mengadakan evaluasi hafalan pada setiap semester nya. dan pada hari terakhir, setiap santri kembali mengujikan seluruh hafalan yang telah di ujikan di semester tersebut dalam satu majelis bersama seluruh santri dan mudarris LTIQ.

e. Program Tahunan

i) Daurah Tamhidiah

Keutamaan al-Qur’an yang begitu luar biasa tentu membuat fitrah setiap orang ingin dekat dengannya. Tua maupun muda, santri maupun karyawan berharap bisa membersamainya. Karena kesadaran tersebut, dibutuhkan wihdat al-fikrah agar setiap santri dapat siap dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Maka program ini, adalah masa dimana lembaga memberikan pembekalan intensif di tahun awal kepada santri berupa ‘Ilmu-ilmu ‘us}uluddin berupa ‘ilmu al-Qur’an, Hadits, Fiqh, akhlak, juga Bahasa arab sehingga semua santri memiliki bekal yang sama ketika akan memulai hafalan al-Qur’annya.

Termasuk di dalam program daurah tamhidiah yaitu, pembinaan materi tarbawi secara intensif selama tiga bulan masa daurah tamhidiah dilaksanakan.

ii) Rihlah Tarbawiyah

Berjalan dimuka bumi adalah salah satu sarana tarbiyah yang diajarkan Allah SWT. agar manusia dapat memetik hikmah dari berbagai hal yang telah Allah ciptakan. Pergi secara bersama-sama juga penting untuk dapat meningkatkan ukhuwah diantara santri dan mendorong potensi-potensi ta’awun dan takaful selama perjalanan tersebut.

iii) Quantum huffazh al-Qur’an.

Pada akhir tahun ajaran, sebelum mereka melaksanakan ujian komperehensif al-Qur’an, maka diadakanlah Quantum al-Qur’an. Sebuah program dimana santri selama sebulan penuh dari subuh hingga pukul sepuluh malam, berada dalam halaqah-halaqah al-Qur’an. Semua terfokus untuk mengambil hidangan Allah. Baik muraja’ah, menyelesaikan hafalan, maupun mendengar atau memperdengarkan al-Qur’an kepada sesama rekan-rekannya.

فعليكم بهذا القرآن، فإنه مأدبة الله، فمن استطاع منكم أن يأخذ من مأدبة الله فليفعل، فإنما العلم بالتعلم

iv) Ujian Komprehensif

Program  ini adalah sarana lembaga untuk melihat kualitas hafalan santri selama dua tahun mengikuti program tahfizh di LTIQ. Diharapkan dari sini pula evaluasi pembinaan bisa dilaksanakan, hingga menghasilkan perbaikan-perbaikan yang lebih baik dikemudian hari.

v) Khidmat

Mengajar adalah suatu hal yang mengikat bagi seorang yang telah belajar al-Qur’an, Rasul Bersabda :

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

Maka untuk melihat bagaimana kematangan seorang santri dalam berinteraksi dengan al-Qur’an, lembaga mengutus mereka selama satu tahun untuk mengajar di berbagai tempat maupun daerah yang telah ditentukan. Diharapkan selama satu tahun tersebut menjadi pembekalan berharga menuju predikat baru mereka sebagai seorang muhaffiz al-Qur’an.